Bangun tdur dan langsung ngadep setumpuk lecture notes, rumet shaya sudah siap-siap ngampus. Setelah bye-bye basa-basi, tiba-tiba wajahnya nongol lagi di depan pintu. ‘Happy V-day, dina!’Saking semangatnya dia, saya sampai bengong. 10 menit kemudian baru nyadar setelah melirik kalender, oalah. 14 februari ka na.. tepat setelah itu sms dari komang masuk.isinya? Ndak jauh-jauh dari v-day juga
Jagat blogosphere juga ikut ribut ternyata. Mulai dari yang tiba-tiba nembak sambil ketawa sampai ada yang ngasi tutorial nembak. weleh.. seinget sahaya selama di indo, valentine day atau hari kamis biasa sama shaja, ndak ada bedanya. tapi ternyata sampai disini barulah saya tahu. walau valentine bukan public holiday apalagi ritual agamis, perayaannya lebih heboh ..ckckck.
Kampus bagian selatan yang memang didominasi anak-anak non-engine makin meriah dengan pinky-pinky dimana-mana. *no offense bwt cewek2 engine though
* bahkan di kelas saya, beberapa bagi-bagi lolipop hati. makin meriah lagi dengan pelajaran khusus dari sensei tentang 4 jenis coklat yang diberikan waktu v-day. pertama coklat untuk cowok yang kita suka, coklat untuk kolega, coklat untuk teman, dan yang paling amusing: coklat untuk diri sendiri *desperado mode*kehebohan v-day sudah dimulai sejak 2 minggu yang lalu.awalnya email-email nyasar ke junk box saya, diskusi di forum alumni, plus beberapa waktu lalu, ajakan main ke valenwine *tabok* seperti kata master panda,
Hasil survey membuktikan wanita meluangkan waktu satu bulan penuh untuk membayangkan apa yang akan terjadi pada hari Valentine. Sementara hasil survey dengan tingkat akurasi serupa membuktikan bahwa pria meluangkan waktu satu bulan untuk sembuh total dari kecelakaan akibat melupakan hari Valentine.
mohon dingat bahwa kata-kata tersebut dibuktikan oleh kisah nyata. tahun kemarin, projectmate bahkan khusus minta ijin balik duluan, mau v-day sama bf-nya. walaupun sejak di indo sudah denger tentang budaya impor ini, baru sampai di singapur, shaya merasakan pertanyaan ’segitu pentingnya yak v-day?’ saking niatnya orang-orang disini ngerayain v-day ini. v-day seolah menjadi sebuah hari legal semua couples untuk ber-PDA* ria di mrt, busstops, kantin, bahkan sampai di ruang lecture. tolongg… yang terakir ini yang ngeganggu. ini lecture theatre mas, mbak..bukan bioskop. mbok ya duduk belakang kalo mo PDA-an
lucunya, ternyata saya salah membuat sebuah generalisasi. tidak semua singaporean merayakan v-day. temen sebelahan-bangku saya, Lou malah bilang, v-day apa ngga sama aja. hidup untuk project seorang :( namanya juga mau musim midterm. ‘v-day mo mainichi mo onaji desu yo, dina-san. watashi wa dokusin desukara’ :P *sama lou..* dan sebaliknya, orang-orang tak terduga malah banyak yang ngerayain. dunia..dunia..jam setengah 3 pagi. rumet shaya ngga pulang ke kamar.gapapa, ini kan v-day-dina update:-ternyata di bukittinggi perayaan val’s day dilarang. bagus lah, budaya impor kayak gini bikin boros aja. bikin lupa mencintai bangsa sendiri, wong anak-anak jaman sekarang lebih inget hari valentine daripada kapan kita ngerayain sumpah pemuda
cinta memang universal milik semua agama, ras, dan budaya. namun yang paling mulia tetep shaja cinta yang maknanya belum dipersempit ke dalam makna romeo-juliet impor. cinta produk dalam negeri, cinta juga kan?
Sayah jugak bingung sama wabah V Day ini di Indon.
Saking keblingernya, orang Indon kemaren ada nyang mau mbikin Halloween segala.
Sablenk Kan…???
@mbelgedez: iya mas, ntar kalo ditanya sejarah hari sumpah pemuda pasti pada ndak tahu. tahunya sejarah valentine lengkap sampe ke trivianya.. weleh-weleh..